Menjadi tiang penyangga utama bagi generasi sebelum dan sesudahnya, mampukah sandwich generation mencapai kebebasan finansial?
August 3, 2026Kalau meminjam istilah dari judul film Warkop DKI, sandwich generation ibarat ‘maju kena, mundur kena’ karena berada di tengah-tengah dan serba salah. Sandwich generation alias generasi roti lapis adalah generasi yang menanggung beban tanggung jawab atas kehidupan tiga generasi sekaligus, yaitu orang tua, diri sendiri, dan anak-anak mereka sendiri. Bukan hal mudah berperan menjadi sandwich generation. Selain membutuhkan kekuatan fisik dan mental, faktor keuangan juga menjadi sebuah tantangan tersendiri.
Dalam mengelola keuangan, sandwich generation harus memutar otak untuk membagi penghasilannya agar semua kebutuhan tercukupi. Tidak jarang, sandwich generation mengabaikan diri dan kebutuhannya sendiri. Lalu, muncul lagi pertanyaan mengenai kebebasan finansial. Mungkinkah sandwich generation mencapai kebebasan finansial? Lantas, manakah yang harus diprioritaskan; dana darurat atau asuransi? Sebenarnya, keduanya mungkin dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut.
Tips Mengelola Keuangan bagi Sandwich Generation
1. Identifikasi aset
Sebelum mulai membereskan keuangan kamu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi seluruh aset dan utang yang kamu miliki. Buat inventaris berisi daftar aset dan utang, jika ada. Dengan mengetahui jumlah aset dan utang yang dimiliki, kamu dapat mengetahui garis batas dalam mengelola keuangan.
2. Terbuka pada orang tua dan keluarga
Membicarakan isu finansial memang tidak mudah. Termasuk membicarakannya dengan orang-orang terdekat, tak terkecuali orang tua. Sering kali, orang tua menganggap sang anak sudah mampu memenuhi semua kebutuhannya. Jika ternyata tidak demikian, kamu perlu mendiskusikannya dengan orang tua. Di sini, kamu dapat berperan untuk mengedukasi orang tua dan keluarga tentang skala prioritas kebutuhan serta momen untuk terbuka mengenai kondisi keuangan.
3. Pisahkan anggaran orang tua dan keluarga
Seperti kamu biasa membuat pos-pos pengeluaran, pisahkan juga anggaran untuk orang tua, diri sendiri, dan keluarga. Dengan begitu, kamu bisa mengatur kebutuhanmu sendiri, orang tua, dan keluarga dengan lebih baik.
4. Menyiapkan dana pensiun
Jangan lupa untuk tetap menabung dan mempersiapkan dana pensiunmu sendiri. Kamu dapat membuat anggaran rutin tiap bulannya dan mengurangi pengeluaran yang bersifat konsumtif. Dengan memiliki dana pensiun sendiri, kita secara tidak langsung akan memutus rantai generasi sandwich bagi anak kita nantinya.
5. Dana darurat dan asuransi
Tidak ada yang dapat menduga masa depan. Sebagai tiang utama yang menopang keluarga, mungkin berat untuk mengumpulkan dana darurat. Namun, dengan perencanaan keuangan yang matang, bukan tidak mungkin jika sandwich generation mampu mencapai kemandirian finansial, sehingga dapat memutus rantai ini. Salah satu solusi bagi generasi untuk bisa merdeka secara finansial adalah dana darurat dan asuransi. Kamu mungkin harus memutar otak untuk menambah penghasilan atau memperketat pos keuangan yang bukan prioritas. Namun, sedikit demi sedikit kamu pasti dapat mengumpulkannya. Proteksi seperti asuransi pun tidak kalah penting. Jika kamu menilai asuransi swasta masih belum terjangkau, setidaknya kamu dapat memanfaatkan asuransi seperti BPJS yang disediakan pemerintah.
Sumber : CNBC Indonesia.com